get app
inews
Aa Text
Read Next : Gunung Semeru Meletus, Muntahkan Abu Setinggi 2.000 Meter dan Awan Panas hingga 7 Km

Tak Ada Jembatan Lansia di Jugosari Ditandu 2 Km Lewati Aliran Lahar, Meninggal Setelah Dirawat

Rabu, 15 April 2026 | 15:20 WIB
header img
Warga Dusun Sumber Langsep gotongroyong tandu lansia ke rumah sakit. Foto : istimewa

LUMAJANG, iNewsLumajang.id - Seorang lanjut usia (lansia) di kaki Gunung Semeru, tepatnya di Dusun Sumber Langsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, harus ditandu warga menyeberangi jalur aliran lahar untuk mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Kondisi ini terjadi karena jembatan penghubung rusak diterjang material banjir lahar, sehingga mobil ambulans tidak dapat menjangkau lokasi pasien.

Peristiwa tersebut terjadi Selasa (14/4/2026) saat warga bergotong royong menandu seorang lansia bernama Juhana yang mengalami sakit keras dan membutuhkan penanganan medis segera. Dengan menggunakan tandu sederhana, belasan warga secara bergantian menggotong korban sejauh kurang lebih dua kilometer dari rumahnya menuju seberang jalur aliran lahar Sungai Regoyo.

Perjalanan tersebut tidak mudah. Selain jarak yang cukup jauh, warga harus berjalan ekstra hati-hati melewati bebatuan sisa material banjir lahar dari Gunung Semeru serta melawan derasnya arus sungai.

Kondisi ini terpaksa dilakukan lantaran jembatan penghubung di wilayah tersebut rusak dan hanyut akibat banjir lahar. Akibatnya, kendaraan, termasuk ambulans, tidak dapat masuk ke dusun tersebut untuk menjemput pasien.

Setelah berhasil dibawa ke rumah sakit dan sempat mendapatkan perawatan medis selama satu malam, Juhana yang diketahui menderita diabetes akhirnya meninggal dunia.

Marzuki, keluarga pasien, mengatakan bahwa warga tidak memiliki pilihan lain selain menandu korban karena tidak adanya akses jalan yang memadai.

“Kondisinya darurat, tidak ada akses jalan dan beliau sakitnya parah, jadi terpaksa digotong. Setelah satu malam di rumah sakit beliau meninggal. Kendaraan tidak bisa masuk, satu-satunya cara ya digotong. Harapan warga ke depan pemerintah bisa membangun jembatan gantung,” ujar Marzuki.

Kesulitan akses juga dirasakan warga dan kerabat yang hendak melayat ke rumah duka. Mereka terpaksa menyeberangi derasnya aliran sungai di jalur lahar Sungai Regoyo karena tidak adanya jembatan penghubung.

Salah satu pelayat, Karmana, mengaku tetap nekat menyeberang meski merasa takut karena ingin menghadiri pemakaman kerabatnya.

“Sebenarnya takut, tapi bagaimana lagi, karena ada saudara yang meninggal. Tidak ada jembatan, jadi harus menyeberang sungai,” katanya.

Warga Dusun Sumber Langsep berharap pemerintah segera membangun jembatan gantung agar akses menuju wilayah tersebut kembali normal dan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Editor : Diva Zahra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut