get app
inews
Aa Text
Read Next : Jelang Ramadan 2026, Harga Daging Ayam di Lumajang Tembus Rp40 Ribu per Kilogram

Banjir Lahar Hujan Gunung Semeru Picu Letusan Sekunder, Asap Tebal Tutup Jalur Geladak Perak

Selasa, 17 Februari 2026 | 19:25 WIB
header img
Letusan sekunder terjadi tepat di bawah jembatan Besuk Kobokan atau Geladak Perak. Foto : Yayan Nugroho

LUMAJANG, iNewsLumajang.id - Banjir lahar hujan kembali menerjang sejumlah jalur aliran lahar di lereng Gunung Semeru pada Selasa (17/2/2026) sore. Besarnya debit lahar menyebabkan sisa endapan material vulkanik yang masih panas longsor dan memicu letusan sekunder.

Letusan sekunder tersebut menimbulkan kolom asap tebal yang membumbung hingga ke kawasan Jembatan Besuk Kobokan atau Geladak Perak. Asap bahkan sempat menutup jalur lintas selatan tepatnya di Piket Nol, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Peristiwa itu terjadi setelah material vulkanik sisa erupsi yang masih bersuhu tinggi terkikis banjir lahar di aliran Sungai Leprak, tepat di bawah Jembatan Besuk Kobokan. Gesekan dan runtuhan material panas tersebut memicu semburan asap tebal yang terlihat dari atas jembatan.

Akibat kepulan asap yang cukup pekat, sejumlah pengendara sepeda motor sempat menghentikan kendaraannya karena khawatir terjadi awan panas.

Arif, salah seorang pengguna jalan, mengaku sempat panik saat melihat kepulan asap tebal dari bawah jembatan.

“Tadi sempat khawatir karena seperti letusan awan panas, tapi ternyata letusan sekunder. Cukup besar asapnya sampai ke atas Geladak Perak ini, jadi berhenti sejenak sambil melihat situasi,” ujarnya.

Sementara itu, relawan setempat, Winarno, menyampaikan bahwa berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, getaran banjir lahar terekam di seismograf dengan amplitudo maksimal 30 milimeter.

“Menurut informasi tadi, getaran banjir lahar maksimal 30 milimeter, cukup besar. Terjadi letusan sekunder di bawah Jembatan Geladak Perak. Untuk pengendara roda dua diimbau menggunakan masker dan berhati-hati saat melintas,” kata Winarno.

Petugas juga mengingatkan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua, agar menggunakan masker karena asap letusan sekunder berpotensi membahayakan pernapasan.

Meski kolom asap sempat menutup Jembatan Geladak Perak, jalur penghubung Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang tersebut tetap dibuka dan dapat dilalui kendaraan dengan pengawasan petugas.

Editor : Diva Zahra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut