Demo di Depan Polres Lumajang Belasan Mahasiswa Soroti Lambannya Penanganan Kasus OTT Solar Subsidi
LUMAJANG, iNewsLumajang.id – Belasan mahasiswa yang yang tergabung dalam Lajnah Studi Gerakan dan Advokasi menggelar aksi tutup mulut di depan Mapolres Lumajang, Kamis (12/2/2026) siang.
Aksi tersebut sebagai bentuk protes atas lambatnya penanganan kasus operasi tangkap tangan (OTT) dugaan penimbunan BBM subsidi jenis solar yang terjadi pada 3 November 2025 lalu.
Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menutup mulut mereka menggunakan lakban hitam sebagai simbol kekecewaan terhadap kurangnya transparansi dalam proses hukum yang sedang berjalan. Mereka juga membawa sejumlah poster berisi tuntutan agar kepolisian segera memberikan kejelasan terkait perkembangan kasus tersebut.
Amar Khusairi Koordinator aksi menyampaikan bahwa hingga kini belum ada kepastian hukum maupun penetapan tersangka dalam perkara tersebut, padahal sudah 3 bulan sejak OTT dilakukan.
“Kami menilai penanganan kasus ini lambat dan tidak transparan. Jika tidak ada perkembangan yang jelas, kami akan menggelar aksi dengan massa yang lebih besar, sudah 3 bulan belum ada penetapan tersangka,” tegas Amar.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Lumajang menyatakan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan hingga kini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Kasus masih dalam proses penyelidikan dan terus ditangani oleh penyidik. Perkembangannya akan kami sampaikan sesuai prosedur,” ujarnya.
Diketahui, operasi tangkap tangan dilakukan oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama petugas kepolisian terhadap dugaan penimbunan BBM subsidi jenis solar di area SPBU Desa Labruk Lor, Lumajang, pada awal November 2025.
Dalam operasi tersebut, ditemukan sebuah truk bernomor polisi N 9407 UN yang mengangkut solar subsidi di dalam tandon air berkapasitas 1.000 liter.
Hingga kini, proses hukum atas temuan tersebut masih berjalan di Polres Lumajang.
Editor : Diva Zahra