get app
inews
Aa Text
Read Next : Diduga Limbah Dapur SPPG Cemari Lingkungan, Sekda Lumajang Keluhkan Bau Busuk di Rumah Dinas

PMI Jember Mulai Implementasi CPOB, Targetkan Sertifikat pada 2026

Rabu, 11 Februari 2026 | 17:15 WIB
header img
PMI Jember memulai langkah implementasi Cara Pembuatan Obat yang Baik di Unit Donor Darah. Foto : Yayan Nugroho

JEMBER, iNewsLumajang.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember memulai langkah implementasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) di Unit Donor Darah (UDD), Rabu siang (11/02/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan darah agar sesuai standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penerapan CPOB bertujuan memastikan setiap produk darah diproses secara konsisten, aman, berkhasiat, dan memiliki mutu terjamin sebelum disalurkan kepada masyarakat.

Ketua PMI Jember, Zainollah menyebut capaian ketersediaan darah yang stabil menjadi motivasi untuk meningkatkan standar layanan melalui sertifikasi CPOB. Hingga Rabu sore, stok darah di UDD PMI Jember tercatat sebanyak 1.558 kantong.

“Capaian darah di UDD PMI Jember melesat sampai 1.500 kantong, dan saya sangat mengapresiasi terlebih jelang bulan suci Ramadan di mana banyak masyarakat membutuhkan darah hingga H+7 Lebaran nanti,” kata Zainollah.

Ia menilai, keberhasilan menjaga ketersediaan stok darah perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas pengelolaan sesuai regulasi nasional.

Sementara itu, Kepala UDD PMI Jember, dr. Achmad Zain Wahyudi menjelaskan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan untuk mendukung proses sertifikasi CPOB. Persiapan tersebut meliputi kelengkapan dokumen administrasi, kesiapan peralatan, sumber daya manusia, kelayakan bangunan, hingga standar sanitasi dan higiene.

“Seluruh pegawai di UDD PMI Jember sebelumnya juga melakukan studi tiru ke UDD PMI yang sudah mendapatkan sertifikat CPOB. Di sana kita belajar agar UDD PMI Kabupaten Jember juga bisa memperoleh sertifikat CPOB,” ujarnya.

PMI Jember menargetkan sertifikat CPOB dapat diraih pada tahun 2026. Ke depan, pengurus juga menyiapkan langkah lanjutan berupa sertifikasi fraksionasi plasma sebagai bagian dari kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan produk plasma nasional.

Editor : Diva Zahra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut