Libatkan IJTI Lumajang, Ujian Kompetensi Keahlian SMK Pasirian Terapkan Standar Industri Media
LUMAJANG, iNewsLumajang.id - SMKN Pasirian, Kabupaten Lumajang, melibatkan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Tapal Kuda Pokja Lumajang sebagai penguji eksternal dalam Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) Jurusan Produksi dan Siaran Program Televisi (PSPT) atau Broadcasting, Jumat (30/1/2026). Kehadiran praktisi media ini untuk memastikan penilaian berjalan sesuai standar industri penyiaran.
Dalam pelaksanaan UKK, para siswa diminta memproduksi berbagai format tayangan, mulai dari liputan hard news, soft news, hingga program televisi. Seluruh hasil produksi dinilai langsung oleh tim penguji dari IJTI, mencakup aspek teknis pengambilan gambar, penyusunan naskah, kekuatan editorial, hingga cara penyajian program.
Ketua IJTI Pokja Lumajang, Wawan Sugiarto, mengatakan keterlibatan jurnalis aktif penting untuk mengukur kesiapan siswa sebelum masuk ke dunia kerja. Menurutnya, uji kompetensi tidak hanya menguji keterampilan, tetapi juga mental dan cara berpikir produksi.
“UKK ini bukan sekadar ujian praktik, tapi juga tolok ukur kesiapan siswa menghadapi ritme kerja industri media. Kami melihat ada potensi dari karya yang dibuat siswa, meski beberapa aspek teknis dan pengemasan masih perlu ditingkatkan,” ujar Wawan.
Ia menambahkan, masukan dari penguji diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi agar kemampuan siswa terus berkembang sesuai kebutuhan lapangan.
Sementara itu, pengajar PSPT SMKN Pasirian, Bagaskoro Wibowo, menyebut evaluasi dari penguji eksternal memberi perspektif nyata tentang standar kerja di industri penyiaran yang dinamis.
“Kami ingin siswa mendapat gambaran langsung tentang standar produksi media profesional. Kehadiran penguji dari IJTI memberi pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan memotivasi siswa untuk meningkatkan kualitas karyanya,” kata Bagaskoro.
Pihak sekolah menilai kerja sama dengan insan pers juga menjadi bagian dari penguatan hubungan antara dunia pendidikan dan industri media. Melalui model pengujian ini, lulusan broadcasting diharapkan tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memahami etika serta profesionalisme kerja saat terjun ke dunia penyiaran.
Editor : Diva Zahra