Rumah Sekaligus Bengkel Ban di Lumajang Ludes Terbakar, Diduga Akibat Lalai Saat Pindahkan Bensin
LUMAJANG, iNewsLumajang.id – Sebuah rumah yang juga digunakan sebagai bengkel ban di Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ludes terbakar pada Senin sore. Dalam peristiwa tersebut, satu unit mobil, satu sepeda motor, serta seluruh perabot rumah tangga ikut hangus terbakar.
Kebakaran diduga terjadi saat pemilik rumah bernama Rohim tengah memindahkan bensin dari tangki mobil ke jerigen untuk dijual secara eceran. Saat proses tersebut, muncul percikan api dari bagian bawah mobil yang kemudian menyambar bensin.
Api dengan cepat membesar lantaran banyaknya bahan mudah terbakar di lokasi kejadian serta posisi bangunan yang berada di kawasan permukiman padat. Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, bahkan mengambil air dari sungai, namun api tak kunjung padam.
Salah seorang warga, Setyo, mengatakan kebakaran bermula ketika pemilik rumah tengah menambal ban dan memindahkan bensin dari tangki mobil.
“Awalnya nambal ban sama ngetap mobilnya sendiri. Ngetap dapat separuh terus ditinggal mau matikan tambal ban, terus ada percikan api. Cepat karena ada bensin. Warga coba bantu ambil air dari sungai tapi tidak berhasil,” ujarnya.
Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Lumajang dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api agar tidak merembet ke rumah warga lainnya. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam dengan bantuan warga setempat.
Ketua Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Lumajang, M. Zaenuri, mengatakan tidak ada kendala teknis berarti dalam proses pemadaman, namun kerumunan warga sempat menyulitkan petugas.
“Sebenarnya tidak ada kesulitan, hanya saja tadi banyak warga sehingga kami agak kesulitan. Untuk kerugian, mobil, motor, dan seluruh perabotan habis. Menurut keterangan pemilik rumah, awalnya ngetap mobil, lalu muncul percikan api,” jelasnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Editor : Diva Zahra