get app
inews
Aa Text
Read Next : Unik, Donor Darah di Desa Karang Duren Jember Berhadiah Sapu hingga Minyak Goreng

Simulasi Gempa di SMKN 4 Jember, Ratusan Siswa Ikuti Evakuasi Darurat

Rabu, 28 Januari 2026 | 16:25 WIB
header img
Ratusan murid SMK di Jember lakukan simulasi gempa magnitudo 6,5. Foto : Yayan Nugroho

JEMBER, iNewsLumajang.id – Simulasi gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang SMKN 4 Jember, Jawa Timur, Rabu siang (28/01/2026). Kegiatan tersebut membuat ratusan siswa, guru, dan anggota Palang Merah Remaja (PMR) panik dan berupaya menyelamatkan diri dari dalam gedung sekolah bertingkat.

Sebanyak 885 siswa, 40 anggota PMR, serta 20 guru yang tengah beraktivitas di dalam maupun luar kelas langsung melakukan prosedur penyelamatan, khususnya mereka yang berada di ruang kelas gedung tiga lantai. Para siswa dan guru melindungi kepala menggunakan tas masing-masing serta berlindung di bawah meja untuk menghindari potensi reruntuhan akibat getaran gempa.

Usai getaran yang berlangsung sekitar 15 detik berhenti, seluruh siswa dan tenaga pendidik dievakuasi keluar ruangan melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan. Dalam simulasi tersebut, dilaporkan lima siswa mengalami luka di bagian kepala, sementara satu siswa lainnya mengalami cedera serius berupa patah tulang kaki.

Tim medis dari PMI Kabupaten Jember yang terdiri dari dua personel dan satu unit ambulans segera memberikan pertolongan pertama di lokasi sebelum korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Kegiatan ini merupakan simulasi kesiapsiagaan bencana yang diselenggarakan oleh PMI Kabupaten Jember bekerja sama dengan Palang Merah Jepang atau Japanese Red Cross Society (JRCS).

“Saat gempa terjadi, kami langsung menutup kepala dengan tas dan berlindung di bawah meja, setelah itu keluar ruangan mengikuti jalur evakuasi,” ujar Aisyah Rizki Putri, siswi kelas XI SMKN 4 Jember, usai mengikuti simulasi.

Selain melibatkan ratusan pelajar, kegiatan tersebut juga diikuti oleh 20 guru. Hal ini bertujuan agar tenaga pendidik memahami langkah awal penyelamatan diri dan peserta didik apabila bencana gempa terjadi saat jam pelajaran berlangsung.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 4 Jember, Septyan Helmi Nugroho, mengapresiasi pelaksanaan simulasi tersebut. Ia menyebutkan bahwa program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sejatinya telah diatur dalam Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Keamanan Sekolah.

“Kami berterima kasih kepada PMI Jember dan Palang Merah Jepang yang telah memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana, mulai dari mitigasi, evakuasi, hingga pendampingan pemasangan rambu jalur evakuasi,” ujarnya.

Simulasi ini merupakan bagian dari Program Society and Community Resilience (SCR), hasil kerja sama PMI Kabupaten Jember dan JRCS. Program tersebut telah dilaksanakan di 11 sekolah di Kabupaten Jember, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK.

Program SCR berfokus pada pelatihan kesiapsiagaan, manajemen tanggap darurat, serta penyusunan standar operasional prosedur (SOP) dan rencana aksi pengurangan risiko bencana (PRB), baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah S.Pd, mengatakan simulasi ini bertujuan untuk mengukur kesiapan siswa dan guru dalam menghadapi situasi darurat akibat gempa bumi.

“Kami ingin mengetahui sejauh mana kesiapsiagaan siswa saat gempa terjadi, mulai dari tindakan pertama hingga proses evakuasi yang aman,” kata Zainollah.

Melalui penerapan SPAB di sekolah-sekolah, diharapkan pengetahuan kesiapsiagaan bencana tidak hanya diterapkan di lingkungan pendidikan, tetapi juga dapat ditularkan ke keluarga serta masyarakat sekitar.

Editor : Diva Zahra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut