LUMAJANG, iNewsLumajang.id - Cara berbeda dilakukan pengurus Musala Al Makna dalam menyemarakkan Ramadan tahun ini. Rumah ibadah yang berada di Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang itu menghadirkan sajian kopi gratis dengan konsep ala kedai kopi modern bagi para jemaah.
Program tersebut digelar rutin setiap Rabu dan Sabtu malam selama bulan suci. Usai berbuka puasa dan setelah salat tarawih, jamaah dapat menikmati kopi yang diracik menggunakan teknik manual brewing, metode yang lazim ditemui di coffee shop.
Berbeda dari sajian kopi instan pada umumnya, pengurus memperkenalkan proses penyeduhan secara terbuka kepada jamaah. Mulai dari pemilihan biji kopi, penggilingan menggunakan grinder manual, hingga teknik seduh V60. Beberapa varian juga disediakan, seperti butterscotch dan choco vanilla latte yang diminati kalangan remaja dan anak-anak.
Muhammad Adam, salah satu jamaah, mengaku antusias dengan konsep tersebut. Menurutnya, pengalaman melihat langsung proses peracikan membuatnya lebih memahami karakter rasa kopi.
“Biasanya minum kopi instan. Sekarang bisa lihat prosesnya langsung, rasanya juga berbeda. Jadi tahu ada macam-macam rasa seperti V60, butterscotch, dan caramel,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Penggagas kegiatan, Bahtiar Muhaqiqi, menjelaskan bahwa program ini tidak sekadar menyediakan minuman gratis, melainkan juga sarana edukasi. Ia ingin jamaah mengenal kualitas dan cita rasa asli kopi melalui metode seduh manual.
“Kami ingin jamaah tahu prosesnya dari biji sampai menjadi secangkir kopi. Ada juga yang tanpa gula seperti V60, supaya rasa aslinya bisa dinikmati,” kata Bahtiar.
Ia menambahkan, kopi hitam tanpa gula dipercaya memiliki sejumlah manfaat, termasuk membantu meningkatkan fokus saat beribadah. Dengan demikian, jamaah diharapkan lebih khusyuk saat menjalankan salat tarawih, tadarus, maupun i’tikaf.
Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini dinilai efektif mempererat kebersamaan antarjamaah. Konsep ngopi ala kafe di lingkungan mushola juga disebut mampu menarik minat generasi muda untuk lebih aktif datang dan memakmurkan tempat ibadah.
Pengurus berharap inisiatif sederhana tersebut dapat menghadirkan suasana Ramadan yang hangat, inklusif, dan memberi pengalaman baru bagi masyarakat sekitar.
Editor : Diva Zahra
Artikel Terkait
