Pemkab Lumajang Sosialisasikan Proyek Pengendali Lahar Semeru di DAS Bondoyudo–Bedadung

Yayan Nugroho
Pemkab Lumajang mulai sosialisasikan proyek pengendali lahar. Foto : Yayan Nugroho

LUMAJANG, iNewsLumajang.id – Pemerintah Kabupaten Lumajang mulai menyosialisasikan pelaksanaan Proyek Volcanic Disaster Risk Reduction Sector Loan (VDRRSL) Package S2 dan S4 sebagai bagian dari upaya penguatan mitigasi bencana Gunung Semeru. Sosialisasi proyek tersebut dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, di Lantai III Nararya Kirana Kantor Bupati Lumajang, Selasa (10/2/2026).

Proyek VDRRSL menyasar wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Bondoyudo–Bedadung yang selama ini menjadi jalur utama aliran lahar dan sedimen vulkanik Gunung Semeru. Pemerintah daerah menilai kawasan tersebut memiliki tingkat risiko tinggi karena terdampak berulang setiap kali terjadi erupsi dan hujan intensitas tinggi.

Sekda Lumajang Agus Triyono mengatakan, pembangunan infrastruktur pengendali lahar tidak bisa dipandang sebatas proyek fisik, melainkan bagian dari upaya perlindungan jangka panjang bagi masyarakat.

“Infrastruktur pengendali bencana ini ditujukan untuk melindungi keselamatan warga dan menjaga keberlanjutan aktivitas sosial ekonomi. Karena itu, perencanaannya harus matang dan pelaksanaannya terkoordinasi,” kata Agus.

Package S2 berlokasi di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, yang merupakan wilayah hulu DAS Bondoyudo–Bedadung. Pada paket ini akan dibangun dua unit bangunan pengendali sedimen berupa check dam atau sabodam, revetmen beton sepanjang sekitar 900 meter, serta jalan akses dan pelintas sepanjang kurang lebih 500 meter.

Infrastruktur tersebut dirancang memiliki kapasitas tampungan sedimen hingga sekitar satu juta meter kubik. Kapasitas ini diharapkan mampu menahan dan mengurangi laju material lahar sebelum mengalir ke kawasan permukiman dan lahan produktif di wilayah hilir.

Namun demikian, Agus Triyono menekankan bahwa pelaksanaan proyek perlu memperhatikan kondisi sosial di lapangan, khususnya aktivitas penambangan pasir rakyat yang selama ini berlangsung di sekitar alur sungai.

“Pembangunan harus tetap memperhatikan aspek sosial. Diperlukan koordinasi lintas sektor agar kegiatan proyek tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Package S4 akan dilaksanakan di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, yang berada di wilayah tengah hingga hilir DAS Bondoyudo–Bedadung. Wilayah ini dinilai rentan terhadap banjir lahar dan sedimentasi.

Lingkup pekerjaan Package S4 meliputi pembangunan satu unit consolidation dam, enam ruas tanggul pengarah aliran dengan total panjang sekitar 2.500 meter, serta penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Paket ini memiliki kapasitas tampungan sedimen sekitar 0,34 juta meter kubik.

Pemerintah daerah berharap, keberadaan infrastruktur tersebut dapat meningkatkan perlindungan wilayah Candipuro sekaligus mengurangi dampak bencana terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Menurut Sekda, keberhasilan proyek VDRRSL tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari dampaknya dalam menurunkan risiko bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan wilayah rawan erupsi Semeru.

Melalui sosialisasi ini, Pemkab Lumajang mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan Proyek VDRRSL Package S2 dan S4 dapat berjalan sesuai rencana, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan rawan bencana Gunung Semeru.

Editor : Diva Zahra

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network