JEMBER, iNewsLumajang.id – Pasca banjir bandang yang menerjang Desa Pakis, Kecamatan Panti, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember, Selasa (3/2/2026), melakukan kaji cepat di lokasi bencana sekaligus terlibat dalam operasi pencarian satu warga yang dilaporkan hilang terseret arus.
Berdasarkan hasil assessment PMI Jember, tercatat sekitar 100 kepala keluarga terdampak banjir bandang. Salah satu kebutuhan mendesak warga saat ini adalah ketersediaan air bersih, menyusul rusaknya jaringan distribusi air akibat terjangan banjir.
Sebanyak 20 pipa dengan total panjang sekitar 120 meter dilaporkan putus dan hanyut terbawa arus deras, sehingga pasokan air bersih ke rumah-rumah warga terhenti.
Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Ghufron Eviyan Efendy, mengatakan tim PMI langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan bencana dari warga.
“Dari hasil kaji cepat di lapangan, kebutuhan paling mendesak warga terdampak saat ini adalah air bersih untuk keperluan sehari-hari,” kata Ghufron saat ditemui di lokasi bencana.
Sebagai langkah penanganan darurat, PMI Jember menurunkan satu unit truk untuk mendistribusikan tandon air berkapasitas 1.100 liter. Tandon tersebut akan diisi menggunakan armada truk tangki PMI dengan kapasitas 5.000 liter.
PMI Jember berencana menyalurkan sedikitnya 3.300 liter air bersih setiap hari bagi warga terdampak di Desa Pakis. Distribusi air akan terus dilakukan hingga jaringan air bersih di rumah-rumah warga kembali berfungsi normal.
“Setiap hari kami siapkan sekitar 3.300 liter air bersih untuk warga terdampak banjir di Desa Pakis sampai saluran air kembali normal,” tambahnya.
Hingga hari ini, proses pencarian satu warga yang hanyut masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Operasi tersebut melibatkan Muspika, Pemerintah Desa Pakis, Basarnas, BPBD Jember, PMI, TNI dan Polri, serta dibantu oleh warga setempat.
Editor : Diva Zahra
Artikel Terkait
