LUMAJANG, iNewsLumajang.id – Angin puting beliung menerjang kawasan pasar tradisional di kaki Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (6/1/2026). Akibat peristiwa tersebut, sejumlah lapak pedagang porak-poranda dan tujuh hunian tetap penyintas erupsi Semeru dilaporkan mengalami kerusakan.
Peristiwa angin puting beliung ini terjadi di kawasan hunian relokasi penyintas erupsi Gunung Semeru, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro. Video amatir warga yang beredar merekam kondisi sesaat setelah angin kencang menerjang area pasar tradisional tersebut.
Dalam rekaman terlihat atap lapak beterbangan akibat kuatnya terjangan angin. Bahkan, beberapa bagian atap dilaporkan terlempar hingga sejauh sekitar 10 meter. Lapak-lapak pedagang tampak rusak parah, sementara sejumlah barang dagangan berserakan terbawa angin.
Warga setempat, Isharianto, mengungkapkan angin kencang datang secara tiba-tiba sebelum akhirnya berubah menjadi puting beliung. Kondisi tersebut membuat para pedagang tidak sempat menyelamatkan barang dagangan mereka.
“Terjadi angin puting beliung, lapak-lapaknya, asbes di atasnya dan dagangannya terbawa angin. Sebagian habis, sebagian masih bisa diambil. Ada empat lapak yang hancur, asbesnya tidak bisa dipakai, sehingga perlu penanganan agar pasar bisa diperhatikan dan pedagang bisa berjualan lagi seperti biasanya,” ujar Isharianto.
Meski menyebabkan kerusakan cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hal tersebut lantaran peristiwa terjadi pada sore hari saat kondisi pasar relatif sepi pengunjung.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, selain merusak lapak pasar tradisional, angin puting beliung juga mengakibatkan tujuh rumah hunian relokasi penyintas erupsi Gunung Semeru mengalami kerusakan.
BPBD bersama instansi terkait saat ini masih melakukan pendataan lanjutan serta upaya penanganan darurat terhadap bangunan yang terdampak.
Editor : Diva Zahra
Artikel Terkait
