LUMAJANG, iNewsLumajang.id - Sejumlah komunitas lari di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menggelar aksi berbagi ratusan paket takjil dengan konsep unik menyerupai program Makan Bergizi Gratis (MBG), Minggu (15/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Lumajang itu menarik perhatian karena setiap paket takjil disusun dengan komposisi gizi lengkap serta dilengkapi informasi nilai gizi pada kemasannya.
Aksi berbagi ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, tukang becak, pedagang asongan di pinggir jalan, hingga para pengendara yang melintas.
Kegiatan sosial tersebut melibatkan beberapa komunitas lari, di antaranya Footnote Running Club, Kayu Kapri, dan Magnolari.
Berbeda dari pembagian takjil pada umumnya, paket yang dibagikan kali ini disusun menyerupai konsep menu pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setiap paket berisi roti, kurma, pisang, jeruk, serta susu sebagai pelengkap nutrisi.
Tak hanya itu, pada setiap kemasan juga disertakan informasi terkait kandungan gizi dari makanan yang dibagikan. Proses pengemasan pun dilakukan dengan memperhatikan standar kebersihan. Para relawan terlihat mengenakan sarung tangan serta penutup kepala, menyerupai petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), guna memastikan makanan tetap higienis.
Pendanaan kegiatan ini berasal dari donasi masyarakat serta anggota komunitas yang terlibat. Setiap paket takjil disiapkan dengan harga modal sekitar Rp8.000, mengikuti konsep biaya pada program MBG.
Salah satu anggota Footnote Running Club, Setyo Nur Arif, mengatakan bahwa konsep menu hingga kemasan takjil tersebut memang terinspirasi dari program Makan Bergizi Gratis.
“Menu yang kami bagikan sengaja disusun dengan harga modal sekitar Rp8.000, terinspirasi dari konsep MBG. Harapannya masyarakat juga bisa merasakan menu bergizi dengan biaya tersebut,” ujarnya.
Hal senada disampaikan anggota komunitas lainnya, Sumanjaya. Ia menyebutkan bahwa penyajian takjil dengan komposisi gizi yang setara dengan menu MBG dilakukan agar masyarakat luas dapat merasakan makanan bergizi yang selama ini identik dengan program untuk pelajar.
“Ini kami coba optimalkan agar bisa menyajikan menu dengan harga modal yang sama. Soal baik atau tidaknya, biar masyarakat yang menilai,” katanya.
Editor : Diva Zahra
Artikel Terkait
