Warga Kaki Semeru Meriahkan Maulid Nabi dengan Tradisi Grebek Gunungan
LUMAJANG, iNewsLumajang.id — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pandansari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berlangsung meriah. Warga menggelar tradisi Grebek Maulid dengan berebut gunungan berisi buah-buahan, jajanan, hingga berbagai hasil bumi.
Tradisi tersebut digelar di Mushola Nurul Huda pada Senin malam. Usai melantunkan sholawat Nabi, puluhan warga dari berbagai usia langsung berebut gunungan yang telah disiapkan.
Warga mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga lanjut usia berdesakan untuk mendapatkan isi gunungan. Selain buah dan jajanan, gunungan juga berisi hasil bumi serta berbagai berkat yang sebelumnya dibawa warga dari rumah masing-masing.
Salah seorang warga, Yoga, mengatakan dirinya senang dapat kembali mengikuti tradisi Grebek Maulid yang telah dilakukan secara turun-temurun tersebut.
“Kami senang bisa ikut meramaikan Maulid Nabi. Walaupun harus berebut gunungan, yang penting kebersamaan warga tetap terjaga dan tradisi ini bisa terus dilestarikan,” ujar Yoga.
Tradisi Grebek Maulid tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Maulid Nabi, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.
Sebelum prosesi berebut gunungan dimulai, warga terlebih dahulu mengikuti doa bersama. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan lantunan sholawat Nabi secara khidmat.
Panitia Grebek Maulid, Soleh Amin, mengatakan tradisi tersebut sengaja dipertahankan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus untuk mengenalkan tradisi masyarakat kepada generasi muda.
“Sebelum berebut gunungan, warga bersama-sama berdoa, membaca Al-Qur'an dan bersholawat. Jadi bukan hanya sekadar berebut makanan, tetapi yang paling utama adalah memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dan menjaga kebersamaan warga,” kata Soleh Amin.
Menurutnya, gunungan yang dibuat warga juga memiliki makna kebersamaan karena berbagai buah, jajanan, dan hasil bumi dikumpulkan dari masyarakat untuk kemudian dinikmati bersama.
Tradisi Grebek Maulid di Desa Pandansari ini diharapkan terus dilaksanakan setiap tahun dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Bagi masyarakat di kaki Gunung Semeru, Grebek Maulid bukan sekadar tradisi berebut gunungan, tetapi juga menjadi bentuk kebersamaan dan kearifan lokal dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Editor : Diva Zahra