get app
inews
Aa Text
Read Next : IJTI Tapal Kuda Pokja Lumajang Resmikan Sekretariat Baru, Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme

Generasi Muda Lumajang Didorong Kelola Pertanian Secara Profesional Melalui Brigade Pangan

Senin, 06 April 2026 | 19:33 WIB
header img
Pemkab Lumajang dorong generasi muda terjun ke dunia pertanian. (Foto: Yayan Nugroho).

LUMAJANG, iNewsLumajang.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian melalui program Brigade Pangan sebagai upaya mempercepat regenerasi petani sekaligus mendorong transformasi pertanian menjadi sektor usaha yang lebih modern dan profesional.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengatakan bahwa kehadiran generasi muda di sektor pertanian membawa perubahan penting, terutama dalam pola pengelolaan yang lebih terencana dan berorientasi hasil.

“Pertanian hari ini tidak bisa lagi dikelola dengan cara lama. Generasi muda membawa cara berpikir baru, lebih adaptif, terukur, dan berorientasi pada hasil,” ujar Bunda Indah saat menyerahkan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Brigade Pangan di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, keterlibatan generasi muda melalui Brigade Pangan menghadirkan pendekatan baru dalam pengelolaan pertanian. Pertanian tidak lagi dipandang sekadar kegiatan budidaya, tetapi sebagai rangkaian usaha yang mencakup perencanaan produksi, pengelolaan biaya, hingga strategi pemasaran hasil panen.

Selama ini, sektor pertanian di banyak daerah masih didominasi pola kerja konvensional yang bergantung pada kebiasaan turun-temurun. Dengan masuknya generasi muda, pola tersebut mulai bergeser menjadi lebih sistematis dan berbasis perencanaan.

Pemanfaatan teknologi modern juga menjadi bagian penting dalam perubahan tersebut. Penggunaan alat seperti drone pertanian dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus memperkuat citra pertanian sebagai sektor yang inovatif dan mengikuti perkembangan zaman.

“Yang kita dorong bukan hanya petani muda, tetapi wirausaha muda di sektor pertanian. Mereka harus mampu melihat pertanian sebagai bisnis yang punya nilai ekonomi tinggi,” tambahnya.

Selain itu, pembentukan Brigade Pangan juga mendorong pola kerja kolektif yang lebih terorganisir. Kelompok ini tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi berfungsi sebagai unit yang mengatur produksi, penggunaan teknologi, hingga distribusi hasil pertanian.

Dengan sistem kerja bersama tersebut, skala usaha petani diharapkan dapat meningkat tanpa harus bergantung pada kepemilikan lahan individu. Pengelolaan yang terstruktur juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi serta daya saing hasil pertanian.

Meski demikian, pemerintah daerah menilai transformasi pertanian tidak dapat berjalan tanpa dukungan ekosistem yang memadai. Akses pembiayaan, pelatihan manajemen, serta kepastian pasar menjadi faktor penting agar upaya profesionalisasi pertanian dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Langkah penguatan Brigade Pangan ini juga dinilai memiliki dampak strategis terhadap ketahanan pangan daerah. Sistem pertanian yang dikelola secara profesional dinilai lebih efisien, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menghadapi berbagai risiko produksi.

Editor : Diva Zahra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut