get app
inews
Aa Text
Read Next : Gerbang Wisata Senduro Hampir Rampung, Siap Dorong Ekonomi Lokal

Sriwendah Rela jadi Ojek Online demi Membiayai Sekolah Anak, Dijuluki Pembalap Marc Marquez

Senin, 06 Mei 2024 | 13:56 WIB
header img
Sriwendah rela jadi ojek online demi membiayai sekolah anak, dijuluki pembalap Marc Marquez. Foto: MPI

JAKARTA, iNewsLumajang.id - Sriwendah Nurhayati tersenyum setelah melihat pratinjau dari seorang penumpang di aplikasi ojek onlinenya. Pratinjau itu membuatnya kembali semangat untuk menarik penumpang-penumpang lainnya.

Dalam pratinjau tersebut, Sri disebut sebagai penumpang oleh Marc Marquez, seorang pembalap profesional MotoGP versi perempuan. Penumpang itu juga memberikan bintang lima untuk pelayanan yang diberikan oleh Sri. Sri dan Marquez memang sama-sama mencari rezeki lewat kendaraan roda dua mereka sembari mengaspal.

"Saya senang membaca ulasan, kadang-kadang lucu. Ada juga yang pernah menyebut Valentini Rossi, bukan Valentino. Tidak sedikit yang juga memberikan doa. Itu membuat semangat saya," kata Sri ketika ditemui di kawasan Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada Selasa (23/4/2024).

Dengan kepiawaian mengendarai sepeda motor roda dua sejak 29 tahun yang lalu saat masih bersekolah di SMA, Dia akhirnya mendapatkan surat izin mengemudi (SIM) untuk bisa bergabung sebagai ojek online pada tahun 2018.

Bukan tanpa alasan, wanita yang lahir di Sumedang 48 tahun yang lalu itu, menyadari bahwa usianya sudah tidak muda lagi untuk bersaing mencari pekerjaan dengan lulusan baru.

Belum lagi, tuntutan ekonomi untuk menyekolahkan serta membiayai kehidupan tiga anaknya yang pada saat itu masih belia juga harus dipenuhi.

Perjuangan Sri semakin berat, karena di tengah-tengah usia remaja anak-anaknya, hubungannya dengan suaminya mulai merenggang sehingga kehidupan tiga anaknya menjadi tanggung jawabnya.

"Anak-anak tinggal bersamaku. Bagaimana orang lain menilai itu terserah. Bagi saya, yang penting bisa mencari rezeki untuk anak-anak saja," lanjutnya.

Dengan Honda Vario 125 cc yang diberikan oleh keluarganya, Sri mulai mengaktifkan aplikasi ojek onlinenya pada pukul dua siang hari sambil berkendara di pinggir Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan. Sri baru selesai mengantar penumpang dan kembali ke rumah hampir tengah malam.

Dia masih bisa tersenyum ketika menunjukkan penghasilannya yang berkisar antara Rp600 ribu sampai Rp1 juta dalam satu minggu.

Namun, Sri harus menghemat biaya hidup sehari-harinya, karena jika dihitung, pengeluarannya untuk modal bekerja, biaya makan, dan ongkos untuk tiga anaknya bisa mencapai Rp120.000 per hari. Biaya tersebut belum termasuk kebutuhan lainnya dan menabung.

"Tidak akan cukup, tetapi jika saya tidak bekerja, akan semakin sulit. Satu-satunya yang membuat semangat adalah anak-anak," kata Sri sambil menunjukkan aplikasi ojek onlinenya.

Fokusnya tidak boleh terganggu saat mengantar penumpang. Selain harus memastikan keselamatan penumpangnya, tiga anak lelakinya juga menantikannya pulang.

Saat mencari rezeki di jalanan, Sri juga harus menghadapi risiko kecelakaan lalu lintas. Dia bahkan menjadi korban ketika terjatuh hingga tangannya patah.

"Anak-anak kadang-kadang meminta saya berhenti. Tetapi saya tidak bisa, anak tertua bahkan bilang nanti ketika dia besar mamah berhenti saja, dia yang akan bekerja. Yang penting mereka mendoakan saya. Saya terharu," ucapnya dengan suara yang bergetar.

Tidak diketahui sampai kapan dia harus hidup dengan penghasilan pas-pasan sebagai ojek dengan motor merahnya. Namun semangatnya tidak pernah padam untuk menyekolahkan anak-anaknya sampai ke jenjang pendidikan tertinggi.

"Saya tidak pernah memaksa mereka, saya akan mendukung mereka ke mana pun. Yang penting mereka berbakti dan semangat. Jika rezeki ada, pasti akan datang," katanya sambil berdoa.
 

Editor : Sazili MustofaEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut