JEMBER, iNewsLumajang.id - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bersama Japanese Red Cross Society (JRCS) melakukan evaluasi paruh waktu terhadap program kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana yang telah berjalan selama 18 bulan.
Evaluasi tersebut digelar pada Kamis (25/6/2026) di tiga desa sasaran, yakni Desa Puger Kulon dan Desa Puger Wetan di Kecamatan Puger, serta Desa Kepanjen di Kecamatan Gumukmas.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan JRCS Sena Hasegawa, Novita Alifiani dari PMI Pusat, Yana Maulana selaku staf JRCS, serta relawan PMI Kabupaten Jember.
Koordinator Lapangan SCR PMI Kabupaten Jember, Weni Catur, mengatakan evaluasi dilakukan untuk mengukur capaian program sekaligus melihat dampak yang telah dirasakan masyarakat selama setengah masa kerja sama berlangsung.
"Evaluasi bersama ini berlangsung selama dua hari dengan mengunjungi langsung desa-desa dampingan. Kami ingin mengetahui perubahan yang mulai terlihat, mulai dari peningkatan kapasitas masyarakat, pengetahuan, perilaku kesiapsiagaan hingga penguatan sistem pendukung ketangguhan sekolah dan komunitas," ujar Weni.
Menurutnya, proses evaluasi dilakukan melalui pengumpulan data, telaah dokumen, serta pendekatan langsung kepada penerima manfaat. Hasilnya akan menjadi dasar untuk menilai apakah program yang dijalankan masih relevan dengan kebutuhan masyarakat, kondisi risiko bencana, hingga kebijakan pemerintah setempat.
Program kerja sama PMI Kabupaten Jember dan JRCS sendiri berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Sejumlah kegiatan yang dijalankan antara lain Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat, kesiapsiagaan keluarga, peningkatan kapasitas relawan, serta penguatan sistem kesiapsiagaan di tingkat komunitas.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menjelaskan kerja sama tersebut berlangsung selama tiga tahun. Saat ini program telah memasuki pertengahan periode pelaksanaan sehingga diperlukan evaluasi untuk memastikan target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal.
"Kerja sama ini sudah berjalan 18 bulan atau setengah dari masa program. Evaluasi dilakukan untuk melihat efektivitas pelaksanaan sekaligus menyusun langkah perbaikan agar program berjalan lebih maksimal hingga berakhir pada 2027," kata Zainollah.
Ia menambahkan, hasil evaluasi nantinya akan menjadi acuan bagi PMI dan JRCS dalam menyusun strategi lanjutan guna memperkuat ketangguhan sekolah dan masyarakat di wilayah sasaran program.
Editor : Diva Zahra
Artikel Terkait
